Saturday, May 11, 2013
Friday, May 3, 2013
Cara Install banyak Windows lewat Flashdisk
YUMI(Your Universal Multiboot Istaller) aplikasi yang dapat anda gunakan untuk membuat multiboot dengan menggunakan media usb flashdisk, YUMI mendukung cukup banyak OS/distro/ISO file, bisa anda lihat pada list box yang ditampilakan ketika anda menjalankan program ini. Software ini bersifat portable sehingga anda tidak perlu menginstallnya. Langsung saja, berikut Cara Install banyak Windows lewat Flashdisk.
Silahkan Download YUMI-0.0.7.7.exe
Tancapkan flashdisk anda kemudian jalankan YUMI, klik I Agree.
Perhatikan yang saya lingkari merah pada gambar diatas, Tetukan dimana drive flashdisk anda. Kemudian beri centang pada Format Drive(Erase Content). Pada box list yang disediakan pilih sesuai dengan OS/distro/ISO file apa yang ingin dibuat, kemudian klik Browse dan tentukan dimana file ISO-nya. Pada gambar diatas saya contohkan windows xp. Lalu klik Create.
Proses format dan pengcopyan file akan berlangsung, tunggu hingga selesai. Setelah selesai. Klik Next.. Nah untuk membuat multiboot. Pada kotak dialog yang muncul “ Would you liketo add more ISOs Distros Now…?” klik Yes.
Kemudian anda akan kembali ke tampilan awal, tentukan lagi OS bisa Windows 7, Hiren, dll., distro atau ISO file apa yang akan anda tambahakan. seperti langkah awal, kemudian klik Browse tentukan letak filenya kemudian klik Create, pengaturan lain abaikan saja.
Tunggu hingga proses pengcopyan selesai. Jika sudah klik lagi Next, dan jika flashdisk anda masih muat untuk ditambah multiboot yang lain klik lagi Yes pada kotak dialog “ Would you liketo add more ISOs Distros Now…?” untuk menambahakan, Dan jika sudah merasa cukup klik No.
Sekarang flashdisk anda sudah multiboot dari distro/system/ISO file yang anda buat/inginkan, demikian Cara Install banyak Windows lewat Flashdisk semoga bermanfaat.
Silahkan Download YUMI-0.0.7.7.exe
Perhatikan yang saya lingkari merah pada gambar diatas, Tetukan dimana drive flashdisk anda. Kemudian beri centang pada Format Drive(Erase Content). Pada box list yang disediakan pilih sesuai dengan OS/distro/ISO file apa yang ingin dibuat, kemudian klik Browse dan tentukan dimana file ISO-nya. Pada gambar diatas saya contohkan windows xp. Lalu klik Create.
Proses format dan pengcopyan file akan berlangsung, tunggu hingga selesai. Setelah selesai. Klik Next.. Nah untuk membuat multiboot. Pada kotak dialog yang muncul “ Would you liketo add more ISOs Distros Now…?” klik Yes.
Kemudian anda akan kembali ke tampilan awal, tentukan lagi OS bisa Windows 7, Hiren, dll., distro atau ISO file apa yang akan anda tambahakan. seperti langkah awal, kemudian klik Browse tentukan letak filenya kemudian klik Create, pengaturan lain abaikan saja.
Tunggu hingga proses pengcopyan selesai. Jika sudah klik lagi Next, dan jika flashdisk anda masih muat untuk ditambah multiboot yang lain klik lagi Yes pada kotak dialog “ Would you liketo add more ISOs Distros Now…?” untuk menambahakan, Dan jika sudah merasa cukup klik No.
Sekarang flashdisk anda sudah multiboot dari distro/system/ISO file yang anda buat/inginkan, demikian Cara Install banyak Windows lewat Flashdisk semoga bermanfaat.
Cara mengganti icon flashdisk dengan notepad
semoga berhasil.
Software penghitung boot-time windows
|
Tips & trik mempercepat boot-time Windows 7
Pernahkah anda dibuat kesal dengan proses booting windows 7 yang agak lama? Ya boot time windows 7 itu tergolong kalah cepat dengan pendahulunya yaitu Windows XP. Disini saya akan membagikan trik secara gratis kepada anda semua, bagaimana cara mempercepat boot-time Windows 7.
1. Tekan Windows+R untuk memunculkan Run, ketik “msconfig”, lalu tekan Enter untuk memunculkan window System Configuration.


2. Pilih tab Boot, dan centang/contreng di bagian No GUI boot. Ini bertujuan untuk menghilangkan munculnya animasi logo Windows pada saat booting yang akan memberikan penghematan waktu. Kalau sudah, klik Advanced Options.

3. Centang/contreng pada bagian Number of processors dan lalu pilih angka paling besar di bagian bawahnya. Jumlah angka disini bisa berbeda, tergantung jenis processor yang digunakan. Laptop saya masih menggunakan dual core karenanya angka maksimalnya cuma 2. Bila Anda menggunakan quad core, i3 core, i5 core, i7 core, tentu jumlah angkanya akan berbeda. Pastikan Anda memilih angka yang terbesar! Jika sudah klik OK untuk kembali ke window System Configuration.

4. Pilih tab Startup. Di sini terlihat program-program apa saja yang di-load Windows pada saat Startup. Pastikan hanya program yang penting saja yang dipanggil. Program yang jarang digunakan atau tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu dicentang/dicontreng agar boot-time bisa dihemat. Jika ragu, Anda bisa memeriksa bagian Manufacturer dan Command untuk bisa lebih memastikan. Klik Apply lalu OK jika sudah selesai memilih-milih.

5. Klik Restart PC/Laptop anda untuk melanjutkan.


6. Sebelum Windows booting lagi setelah restart, masuk dulu ke setup BIOS (biasanya F2, F12, F10, Del, dll). Pastikan boot option pertama Harddisk, dan disable option boot lainnya.
untuk mengukur waktunya akan saya jelaskan pada postingan selanjutnya.
1. Tekan Windows+R untuk memunculkan Run, ketik “msconfig”, lalu tekan Enter untuk memunculkan window System Configuration.


2. Pilih tab Boot, dan centang/contreng di bagian No GUI boot. Ini bertujuan untuk menghilangkan munculnya animasi logo Windows pada saat booting yang akan memberikan penghematan waktu. Kalau sudah, klik Advanced Options.

3. Centang/contreng pada bagian Number of processors dan lalu pilih angka paling besar di bagian bawahnya. Jumlah angka disini bisa berbeda, tergantung jenis processor yang digunakan. Laptop saya masih menggunakan dual core karenanya angka maksimalnya cuma 2. Bila Anda menggunakan quad core, i3 core, i5 core, i7 core, tentu jumlah angkanya akan berbeda. Pastikan Anda memilih angka yang terbesar! Jika sudah klik OK untuk kembali ke window System Configuration.

4. Pilih tab Startup. Di sini terlihat program-program apa saja yang di-load Windows pada saat Startup. Pastikan hanya program yang penting saja yang dipanggil. Program yang jarang digunakan atau tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu dicentang/dicontreng agar boot-time bisa dihemat. Jika ragu, Anda bisa memeriksa bagian Manufacturer dan Command untuk bisa lebih memastikan. Klik Apply lalu OK jika sudah selesai memilih-milih.

5. Klik Restart PC/Laptop anda untuk melanjutkan.


6. Sebelum Windows booting lagi setelah restart, masuk dulu ke setup BIOS (biasanya F2, F12, F10, Del, dll). Pastikan boot option pertama Harddisk, dan disable option boot lainnya.
untuk mengukur waktunya akan saya jelaskan pada postingan selanjutnya.
Selamat Mencoba.
Subscribe to:
Posts (Atom)
















